09. Pelajaran 7

Untuk memahami penulisan dalam bahasa batak sebaiknya anda membaca buku bahasa Batak yang baku, artinya tidak dipengaruhi oleh penulisan Ejaan Baru Bahasa Indonesia. Kita mengetahui bahwa kata-kata majemuk dalam penulisan Bahasa Indonesia selalu dipisahkan oleh garis penghubung, contoh: kupu-kupu, dalam hal ini pemisah kata majemuk tidak dikenal dalam surat Batak. Jadi penulisan marolop-olop tidaklah benar, seharusnya marolopolop.

Penulisan bahasa Batak yang baku saya gunakan Bibel berbahasa Batak sebagai acuan, jelas terlihat di sana tidak menggunakan tanda pemisah pada kata majemuk.

Dasar penulisan surat Batak adalah sesuai dengan suku katanya, namun ada sedikit keraguan pada saya dalam hal penulisan kata majemuk seperti yang tertulis di atas, “marolopolop”. Jika penulisan surat Batak berdasarkan pola sukukatanya maka kata marolopolop akan menjadi: mar-o-lop-o-lop karena kata dasarnya adalah olop. Namun jika dituliskan dalam surat Batak kata marolopolop itu kelihatannya tidak indah, mari kita perhatikan di bawah ini:

Penulisan surat Batak di atas dapat dibenarkan, namun saya tidak dapat menunjuk penulisan yang paling benar diantaranya karena tidak mempunyai referensinya. Diantara ketiga penulisan di atas saya lebih memilih dan membenarkan penulisan yang ketiga.

Pada halaman berikutnya ada buku laklak dalam aksara Batak, jika anda sudah memahami penulisan dan membaca aksara Batak maka cobalah untuk membaca buku laklak yang telah ada di halaman berikutnya. (klik)

Horas jala Gabe

2 responses to “09. Pelajaran 7

  1. Saotik sian @hatasopisik pandapot, taringot tu panurathonon ni “marolopolop”. Ia hata marolopolop ima na marharoroan sian hata bonabona olop > o-lop. Molo taranggrangi do ronghoman ni hata marolopolop, gabe mar-[olopolop] > mar-[olop]-[olop] > mar-o-lop-o-lop, molo ahu sandiri, ia na dumimpos ima panurathonni na parjolo i. Gabe jala Horas, unang lupa dulo hamuna lapponta di Twitter ima @hatasopisik

    • Horas ma di HataSoPisik, panorangionmuna i amang na berpedoman tu ejaan bahasa Indonesia do i, asa tangkas jahaon ni amang ma di Bibel (santabi molo dang Kristen amang ate) panurathon ni “olopolop” dang pangke tanda penghubung songon bahasa Indonesia i, manang di laklak pe i sai marsambung do sude panurathon ni hata na songoni. contoh: mariaria.

      Mauliate

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s