Marga DAULAY adalah Pasaribu?


Berikut adalah email yang saya terima dari seorang pendeta berusia 61 tahun yang masih mencari cabang yang terputus untuk menyambungkan tarombo mereka ke dalam tarombo Batak.

Mari kita simak isi email beliau….

<<<<<<<>>>>>>>>>>

Salam sejahtera, semga Tuhan YMK menyertai kita sekalian,

Saya menulis email ini, karena saya terkesan membaca silsilah Pasaribu (Habeahan, Gorat, Bondar) di internet, yang sangat lengkap, sampai 144 halaman. Nama saya Pdt. Dr. Richard Daulay (61 tahun) pendeta Gereja Methodist Indonesia (GMI), tinggal di Jakarta. Pekerjaan sekarang adalah dosen Sekolah Tinggi Teologi di Medan dan di Cipanas. Tahun 2000-2010 menjabat sebagai Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di jakarta.

Sebenarnya marga saya dan kami sekeluarga besar adalah “Nahulae”, tetapi kemudan sebagian besar (tidak semua) dari kami “berubah” marga menjadi “Daulay” sejak sekitar tahun 1950-an, ketika abang-abang saya pergi melanjurkan pendidikan ke Sibolga, Medan dll. Kampung kami bernama “Lumban Nahulae”, yang terletak di Negeri Lumban Lobu, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Tobasa (sekarang). Orangtua kami turun temurun memesankan bahwa kami masuk kepada keluarga “Borbor”, tetapi paling sering disebutkan adalah masuk “Pasaribu”. Tetapi selama ini kami satau kampung (tidak begitu besar, hanya sekitar 100 KK setelah sekitar 10 generasi) kurang mengetahui posisi kami dalam keluarga besar “Borbor Marsada”. Sebagian dari kami bergabung dengan “Sipahutar” yang mengatakan bahwa “Daulay” adalah adik marga Sipahutar. Bahkan sebagian dari kami bergabung dengan “Nainggolan”, karena marga “Mahulae” yang merupakan cabang marga Nainggolan adalah sama dengan “Nahulae”. Dan banyak lagi cerita, yang tidak mungkin saya jelaskan di sini.

Sudah lama saya berkeinginan mendalami persoalan “marga Nahulae” kami ini. Tetapi pada bulan ini, seakan-akan terbuka pintu bagi tersingkapnya “misteri” ini. Dalam tarombo Pasaribu yang “ampara” susun itu, ternyata ada tiga turunan “Raja Habeahan”, yaitu: (1) Sunggul Raja (2) Papaganalomak (3) Tunggul Mahulaen. Dalam tarombo tersebut diuraikan turunan Sunggul Raja dan Papaganalomak, tetapi turunan Tunggul Mahulaen, tidak ada sama sekali. Dua hari lalu sayaa berdiskusi dengan seorang “ampara” marga Pasaribu Habeahan (tinggal di Medan). Beliau mengatakan bahwa setiap ada pesta adat marga Pasaribu Habeahan, maka selalu dipanggil (dijouhon) pomparan ni Tunggul Nahulae (dalam tulisan ampara tertera Mahulaen, yang saya rasa hanya persoalan “spelling”). Tetapi, menurut beliau walau selalu dipanggil pomparan Tunggul Nahulae, tetapi nyatanya tidak pernah muncul. Memang, baru-baru ini sebagian dari kami telah ada yang bergabung dengan “Habeahan”, tetapi belum semuanya kami merasa mantap untuk itu.

Pertanyaan besar saya dan kami sekeluarga besara: Apakah yang dimaksud dengan Tunggul Mahulaen (Nahulae) yanga merupakan salah satu turunan Habeahan adalah kami “marga Nahulae” (yang sebagian berubah menjadi Daulay) yang berasal dari “Lumban Nahulae” negeri Lumban Lobu itu??????? Sementara ini, besar dugaan saya bahwa Tunggul Mahulaen tersebut adalah sama dengan Nenek Moyang Kami yang bernama “Tungkup Nahulae” yang keturunannya tinggal di sekitar Negeri Lumban Lobu dan mempunyai huta bernama Lumban Hulae. Saya adalah generasi ke-10 dari Tungkup (Tunggul) Nahulae itu, dan cucu saya dan abang-abang saya menjadi generasi yang ke-12 tentunya.

Demikian lah dulu informasi ini saya sampaikan, dengan harapan mendapat respons dari ampara bolon yang terhormat.

Salam,

Pdt. Dr. Richard Daulay-Nahulae.

<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s